CP4 E-Commerce Universitas Dhyana Pura

Perbedaan Platform dengan Unicorn
Platform 
Membuat sebuah website kini semakin mudah. Anda yang tidak memiliki kemampuan coding pun tidak perlu bingung karena banyak pribadi maupun perusahaan yang menawarkan jasa pembuatan website.
Saat ini salah satu jenis website yang paling populer adalah website toko online dimana Anda dapat menjual barang maupun jasa secara online
Oleh karenanya, sejumlah perusahaan pengembangan teknologi di dunia telah membuat platform eCommerceyang dapat menawarkan jasa pembuatan website toko onlinedengan mudah.
Nah, sebelum Anda memilih platform eCommerce yang tepat untuk bisnis Anda, berikut fungsi-fungsi platform eCommerce yang perlu Anda ketahui.
4 Fungsi dan Fitur Platform eCommerce yang Perlu Diketahui

1. Mudah dan Efisien

Tidak ada alasan lagi bagi para pemula di dunia bisnis online untuk menunda pembuatan website toko online, hanya karena tidak menguasai bahasa pemograman atau coding.
Dengan platform khusus eCommerce, pemula akan dengan mudah belajar dan mengerti cara berjualan melalui website toko online.
Bahkan sedari awal perencanaan, Anda akan dibantu seperti dalam hal pengurusan domain dan hosting, desain web, hingga peluncuran website.
2. Fitur eCommerce Lengkap

Dengannya, website toko online Anda tidak hanya sekadar media untuk menampilkan dan mengiklankan produk atau layanan
Website toko online akan dilengkapi dengan fitur jual-beli online yang lengkap, mulai dari pencarian, keranjang belanja, manajemen produk, sistem pembayaran terintegrasi, kalkulasi biaya pengiriman otomatis, hingga kode kupon dan loyalty point.
3. Memberikan Keamanan

Platform eCommerce yang baik akan memberikan privasi dan rasa aman kepada penggunanya. Seperti saat transaksi menggunakan kartu kredit, platform eCommerce akan mengamankan transaksi sehingga tidak merugikan Anda maupun pihak pembeli. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan bisnis.
4. Bantuan dan Dukungan

Anda mungkin akan menghadapi masalah atau ada hal yang membingungkan ketika mengelola website toko online Anda
Nah, platform eCommerce juga siap memberikan bantuan dan dukungan melalui email, telepon dan live chat sehingga Anda tidak akan stres sendiri ketika menghadapi kesulitan teknis toko online. Anda tinggal menghubungi contact center yang ada.
Nah, kiranya penjelasan di atas mengenai platform eCommerce dan fungsinya dapat membuka pikiran Anda yang saat ini sedang tertarik berbinis online.
Contoh Platform :
1. Symphony commerce
merupakan platform ecommerce dengan sistem SaaS (Software as a Service). Platform ini mungkin kurang dikenal, namun kami yakin bahwa SaaS dapat menajadi solusi yang cerdas untuk bisnis anda. Cocok diaplikasikan pada bisnis sekala kecil dan menengah.
2. Squarespace
sebagai platform pilihan yang mampu menekan pengeluaran anda dalam membangun sistem ecommerce. Dengan tawaran template yang beragam, anda cukup memilih kemudian drag dan drop. Customize tampilan yang mudah dalam mengatur tata letak produk anda. Anda tidak perlu mempelajari kode dan script php maupun html untuk dapat membangun toko online dengan squarespace.
3. Magento
adalah platform yang fleksibel, karena mampu memenuhi kebutuhan bisnis kecil sampai besar. Dengan license yang open source menjadikan magento murah dan mendukung pengembangan fitur sesuai dengan kebutuhan anda.
4. CommerceHub (layanan berbasis cloud)
CommerceHub merupakan platform yang lebih berfungsi menghubungkan pengecer online dengan pemasok. Penggunaan platform ini akan membuka peluang untuk banyaknya pemasok pemasok datang bergabung dalam sistem ecommerce anda. Jika anda tertarik membangun ecommerce dengan platform ini maka pelajari pemasok anda terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya.
5.Drupal ecommerce
Inilah ecommerce yang dibangun kuat dengan sistem manajemen konten (CMS). Drupal sangatlah flexibel dengan modul modul yang dapat dengan mudah diintegrasikan dan dikonfigurasi.
Dalam mengaplikasiannya anda memerlukan pengetahuan coding dan script untuk mendapatkan manfaat yang maksimal. Jika anda tertarik mencoba Drupal untuk sistem toko online anda, silahkan. Namun penting mengantongi diri anda dengan konfigurasi dan instalasi drupal.
Sedangkan 
Unicorn

Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.

Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.


Valuasi startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan. Valuasi biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis penghitungan valuasi startup dan perusahaan konvensional sebenarnya tidak jauh berbeda.

Valuasi perusahaan konvensional mempertimbangkan beberapa aspek termasuk nilai perusahaan di bursa saham, nilai dari jenis saham lain yang dimiliki perusahaan, utang perusahaan, dan uang tunai yang dimiliki perusahaan.

Sementara bagi startup yang sejak tahap awal berdiri bisnis belum mendapat pemasukan atau keuntungan. Pendiri perusahaan atau calon investor akan mempertimbangkan aspek-aspek seperti jumlah dan nominal transaksi, jumlah pengguna, teknologi produk, kualitas tim, dan kompetitor.

Perusahaan yang mengantongi status unicorn berdasarkan penilaian yang dikembangkan oleh pemodal ventura dan investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn sejatinya adalah startup, hanya nilainya dinilai berdasarkan potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis.

Mengutip laporan Corporate Finance Institute (CFI), penilaian untuk dicap sebagai unicorn tidak ada kaitannya dengan kinerja keuangan masing-masing perusahaan atau data fundamental lainnya.

Perlu dicatat tidak sedikit perusahaan teknologi dunia yang sudah mengantongi status unicorn namun belum menghasilkan keuntungan.

Untuk mengantongi status unicorn merupakan proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor. Termasuk perkiraan pertumbuhan bisnis satu perusahaan dalam jangka panjang.
Di samping itu, pemodal kapital dan investor kerap mempertimbagkan aspek rumit lainnya termasuk soal keberlangsungan satu model bisnis. Terlebih jika satu bisnis menjadi perusahaan pertama di suatu industri yang membuat proses penilaian menjadi semakin kompleks.
Berdasarkan riset CB Insight, hingga Januari 2019 ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. Beberapa unicorn bahkan sudah 'naik kelas' dengan mengantongi status sebagai decacorn (valuasi US$10 miliar) dan hectocorn (valuasi US$100 miliar).

Kelima perusahaan dengan valuasi tertinggi di dunia menurut CB Insight yakni Toutiao atau Bytedance (US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), dan Airbnb (US$29,3 miliar).

Sementara di Asia Tenggara sejauh ini ada tujuh unicorn dengan empat diantaranya berasal dari Indonesia. Keempat startup unicorn tersebut antara lain Bukalapak, Gojek, Traveloka, dan Tokopedia

www.undhirabali.co.id

Komentar