E-Commerce Cp7 Universitas Dhaya Pura

PERKEMBANGAN E-RETAILING DI INDONESIA SEJAK TAHUN 2015 DAN 5 FLATFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG


A.   Perkembangan E-Retail di Indonesia


   Bisnis Ritel secara umum adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam mata rantai perdagangan bisnis retail merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Secara umum retail tidak membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain.

   Akan tetapi dalam praktik bisnis retail modern saat ini tidak tertutup kemungkinan, banyak pengecer kecil membeli barang di gerai peretail besar, mengingat perbedaan harga yang muncul pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukan oleh peritel besar. Bisnis Ritel di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel modern dan ritel tradisional. Ritel modern sebenarnya merupakan pengembangan dari ritel tradisional, yang pada praktiknya mengaplikasikan konsep yang modern, pemanfaatan teknologi, dan mengakomodasi perkembangan gaya hidup di masyarakat (konsumen).

   Jika kita menilik sejarah ritel modern di indonesia sebenarnya sudah di mulai dari tahun 1960-an. Pada saat itu sudah muncul department Store yang pertama yaitu SARINAH. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun kemudian, bisnis ritel di Indonesia bisa dikatakan berkembang dalam level yang sangat rendah sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan kebijakan ekonomi Soeharto di awal masa pemerintahan orde baru, yang lebih banyak membangun investasi di bidang eksploitasi hasil alam (tambang & kayu), dibandingkan sektor usaha ritel barang dan jasa di masyarakat.

   Awal tahun 1990-an merupakan titik awal perkembangan bisnis ritel di indonesia. Ditandai dengan mulai beroperasinya salah satu perusahaan ritel besar dari Jepang yaitu “SOGO”. Selanjutnya dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 99/1998, yang menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk ke dalam bisnis ritel di indonesia, perkembangannya menjadi semakin pesat.

Saat ini, muncul begitu banyak format modern ritel/market diantaranya adalah :

1. Supermarket.
2. Minimarket.
3. Hypermarket.
4. Specialty store/convinience store.
5. Department Store.

   Modern market digambarkan secara sederhana sebagai suatu tempat menjual barang-barang makanan atau non makanan, barang jadi atau bahan olahan, kebutuhan harian atau lainnya yang menggunakan format self service dan menjalankan sistem swalayan yaitu konsumen membayar di kasir yang telah disediakan. Sehingga saat ini banyak orang cukup familiar dengan istilah “Pasar Swalayan”.

   Berdasarkan definisi yang tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007, dikatakan bahwa Format Pasar Swalayan dikategorikan seperti :

1. Minimarket :
 – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
 – Jumlah produk : < 5000 item.
 – Luas gerai : maks. 400m2.
 – Area Parkir : terbatas.
 – Potensi penjualan : maks. 200 juta.

2. Supermarket :
 – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
 – Jumlah produk : 5000-25000 item.
 – Luas gerai : 400-5000m2.
 – Area Parkir : sedang (memadai).
 – Potensi penjualan : 200 juta- 10 milliar.

3. Hypermarket :
 – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian, textile, fashion,      furniture, dll.
 – Jumlah produk : >25000 item.
 – Luas gerai : > 5000 m2.
 – Area Parkir : sangat besar.
 – Potensi penjualan : > 10 milliar. 

   Dalam 6 tahun terakhir, perkembangan ketiga format modern market di atas sangatlah tinggi. konsepnya yang modern, adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional. Selain itu atmosfer belanja yang lebih bersih dan nyaman, semakin menarik konsumen dan dapat menciptakan budaya baru dalam berbelanja.

   Menurut data yang dikeluarkan oleh Media Data-APRINDO dalam rentang waktu 2004 s.d 2008 format minimarket memiliki rata-rata pertumbuhan turnover paling tinggi yaitu sebesar 38% per tahun, disusul kemudian oleh Hypermarket sebesar 21,5% dan supermarket yang hanya 6% per tahun. Tingginya pertumbuhan di format minimarket, ditandai dengan semakin ketatnya persaingan dalam ekspansi atau penambahan jumlah gerai dari dua pemain besar di dalamnya yaitu Indomart dan Alfamart, sedangkan dalam nilai turnover yang dapat dihasilkan, format hypermarket merupakan yang terbesar, seperti yang dicapai pada tahun 2008 yaitu sebesar: 41%. Sementara itu minimarket dengan 32%, dan terakhir supermarket dengan 26%. Dominasi market share oleh Hypermarket ini dimulai dari tahun 2005, yang mana sebelumnya dikuasai oleh Supermarket. Penurunan di Supermarket dinilai sebagai akibat dari semakin banyaknya penambahan gerai minimarket yang dapat memotong akses konsumen ke supermarket. Ditambah pula oleh semakin agresifnya Hypermarket dalam berbagai promosi yang kuat dan menarik. Serta kelengkapan produknya telah memberikan tempat tersendiri dimata konsumen.

5 PLATFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG

  1. Toko Bagus
Situs yang sedang gencar-gencarnya menayangkan iklannya di hampir semua stasiun televisi swasta ini semakin menambah lebar skala penggunanya. Meskipun sebetulnya sangat banyak toko-toko online yang serupa dengan toko bagus tapi tidak di
pungkiri juga sudah banyak sekali para pelaku pasar yang mencoba menjajakan barang dagangannya via online dengan memasang iklan di www.tokobagus.com.
             Peluang yang dimiliki oleh perusahaan adalah :
·         Buat para pemasang iklan yang memasarkan barang dagangannya di toko bagus tidak akan dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Hal inilah yang dijadikan sebuah peluang oleh para calon pengguna yang kebetulan ingin mempromosikan barang bekas yang masih layak pakai di situs jual beli aman dan cepat ini.
Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah :
·         Dari peluang diatas, dapat juga dikatakan sebagai ancaman bagi Toko Bagus itu sendiri, karena begitu mudah, aman dan cepat untuk membuat bisnis online, jadi banyak calon pengguna yang ingin memasarkan barang dagangannya dengan syarat yang lebih mudah dari pada Toko Bagus.
  1. Lazada Indonesia (www.lazada.co.id) lebih berfokus kepada tipe e-commerce B2C atau Business to Customer karena tujuan utama perusahaan adalah menyerap customer individu yang melakukan transaksi di situs mereka.
             Kelebihan yang dihadapi perusahaan dalam penerapan e-commerce :
·         Pilihan Produk Berkualitas yang beragam.
Di Lazada Indonesia dapat dijumpai 12 kategori produk utama mulai dari peralatan rumah tangga, Elektronik rumah tangga, Handphone & Aksesoris, Kamera, Komputer, TV, Video & Audio, Mainan & Bayi, Kesehatan & Kecantikan, Tas & Koper, Olahraga & Otomotif, Musik & Instrumen, dan Buku.  
·         Penawaran Khusus atau Promo Produk.
Berbagai penawaran istimewa dilakukan baik yang tidak bertema maupun yang disesuaikan degan tema. Ini tentu saja menjadi kelebihan dari belanja online karena eksekusi promo secara bersamaan antar tema dalam e_commerce lebih mudah dilakukan disbanding di dalam toko fisik. 
            Kelemahan yang dihadapi perusahaan :
·         Barang tidak bisa dipegang secara langsung, kadang barang tersebut tidak sesuai dengan yang kita inginkan / beda dengan yang ditampilkan.
Peluang yang dihadapi perusahaan :
·         Dapat menghasilkan produk baru yang banyak diminati customer / permintaan dari customer, jika produk sesuai, bagus dan memuaskan konsumen otomatis akan laris terjual.
Ancaman yang dihadapi perusahaan :
·         Dikhawatirkan adanya pembuatan website palsu, persaingan harga, kualitas, persaingan secara global, tidak adanya jaminan bahwa transaksi e-commerce terbebas dari upaya perusakan/pemanipulasian data dan tentu akan berdampak pada berkembangnya aktivitas ekonomi.  


  1. PT Keramika Indonesia Assosiasi (KIA)
PT Keramika Indonesia Assosiasi (KIA) didirikan pada 1953. Pada awalnya, pabrik hanya memproduksi beberapa jenis peralatan makan dengan kapasitas yang sangat kecil di Tanjung Pandang, Belitung. Namun, mulai tahun 1968, KIA adalah produsen utama berkualitas tinggi ubin keramik dinding (termasuk aksesorisnya), saat ini dengan 725 kinerja tinggi dan staf terlatih, dengan merek KIA, Impresso dan SPECTRA, yang dapat membawa pengakuan pasar kualitas produk baik dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini, pabrik KIA yang terletak di Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk dinding dan lantai ubin, diproduksi di Cileungsi, Bogor dan Karawang, Jawa Barat; sementara genteng diproduksi di Cileungsi, Bogor dan Gresik, Jawa Timur.
            Kelebihan yang dihadapi perusahaan :
·         Pelangggan dapat mengunjungi www.kiaceramics.com untuk memesan barang yang diinginkan. Dalam web ini tersedia fasilitas search apabila pelanggan mengalami kesulitan dalam mencari barang yang diinginkan. Selain itu pelanggan dapat langsung memesan produk yang diinginkan secara online.
Kekuatan yang dihadapi perusahaan :
·         KIA adalah produsen utama berkualitas tinggi ubin keramik dinding (termasuk aksesorisnya), saat ini dengan 725 kinerja tinggi dan staf terlatih, dengan merek KIA, Impresso dan SPECTRA, yang dapat membawa pengakuan pasar kualitas produk baik dari dalam negeri dan luar negeri meliputi Asia, Eropa dan Amerika Serikat.
·         KIA memiliki komitmen penuh dalam menyediakan tidak hanya kualitas produk, tetapi peduli untuk pelanggan dan lingkungan juga.

  1. PT Gapura Jaya Graphindo
PT Gapura Jaya Graphindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan mesin dan alat-alat percetakan, seperti: mesin laminating, mesin blueprint, mesin pemotong, glossy paper, kertas film, toner dan lain-lain.
            Kelemahan yang dihadapi perusahaan :
·         Cara pemasaran saat ini masih melalui mulut ke mulut atau dengan menyebar katalog. Belum pernah terdapat suatu web yang menampilkan infomasi dari produk-produk tersebut.
·         Penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi di bidang penjualan mesin ini masih belum optimal, terbukti dengan masih banyaknya klien yang harus datang langsung ke kantor untuk melakukan pemesanan.
·         Info mengenai produk juga tidak update, sehingga klien masih sulit untuk mengetahui mengenai produk baru atau produk yang mereka inginkan.
Kekuatan yang dihadapi perusahaan :
·         Setelah dibuatnya sebuah aplikasi e-commerce untuk memudahkan klien dalam bertransaksi karena klien dapat dengan mudah melakukan transaksi pembelian hanya dengan menggunakan internet, selain itu PT Gapura Jaya Graphindo juga dapat meminimalkan biaya operasional dan dapat memaksimalkan publikasi mengenai produk-produk mereka. Terdapat beberapa manfaat dalam pembuatan website e-commerce ini, antara lain dapat menyediakan informasi mengenai katalog produk dan menangani transaksi pembelian secara online serta membuat laporan penjualan bulanan.
  1. PT.Telkom Indonesia
Penyedia layanan e-Commerce di Indonesia baru mencapai 3% meski pengguna Internet diperkirakan telah mencapai sebanyak 31 juta orang dan 159 juta orang lainnya Internet berbasis nirkabel. Dengan masih sedikitnya pemain di e-Commerce maka portal e-Commerce Plasa.Com yang dikelola anak usaha Telkom PT Metranet diharapkan dapat turut menggairahkan e-commerce di Tanah Air.
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication.
             Kelemahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menerapkan e-commerce adalah :
·         Kita tahu pada dasarnya electronic commerce (e-commerce) adalah sarana pemasaran yang menggunakan media elektronik (internet), jadi hal yang sangat kita butuhkan adalah layanan dan akses internet. Keterbatasan akses internet akan menghambat perkembangan e-commerce, hal yang dulu mengakibatkan terabainya e-commerce, namun sekarang kita dapat merasakan efek perkembangan internet di Indonesia, akses internet semakin murah dan cepat, ini terjadi karena persaingan antar provider, dan justru hal inilah yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet.
Kekuatan yang dihadapi perusahaan adalah :
·         Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication. Portel itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam negeri serta meningkatkan enterpreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Dalam menyediakan layanan konten, Plasa.com mengembangkan platform sebagai penghimpun konten (content agregator) serta memungkinkan pelanggan menikmati beragam konten, termasuk konten hiburan.
Peluang yang dihadapi perusahaan adalah :
·         Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
·         Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
Ancaman yang dihadapi perusahaan adalah :
·         permasalahan dan penghambat perkembangan e-commerce di Indonesia adalah kebiasaan, masyarakat kita belum terbiasa untuk melakukan transaksi di dunia maya. Masalah selanjutnya adalah dari sekian banyak pengguna internet di Indonesia kemungkinan masih banyak yang belum pernah bertransaksi melalui internet karena belum percaya akan keamanan transaksi. Apalagi dengan sering terjadinya penipuan di dunia nyata. Selanjutnya masalah dari belum jelasnya hukum di dunia digital, seperti bagaimana itu uang digital, tanda tangan digital dan bagaimana hukum yang berlaku jika terjadi kejahatan.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CP4 E-Commerce Universitas Dhyana Pura

Cp 11 E_Commerce Universitas Dhyana Pura

Cp8 E_Commerce Universitas Dhyana Pura